Di suatu sabtu yang biru…

Dia: Apam balik…

Aku: Aarr?

Dia: Apam balik…

Aku: Demam?

Dia: Tak! (geleng-geleng kepala)

Aku: Mengapa dengan apam balik?

Dia: Teringat apam balik.

Aku: Apam balik mana?

Dia: Pasar malam.

Aku: Aarr? Apam balik kah atau penjual apam balik?

Dia: Apa?

Aku: Teringat …?

Dia: Apam baliklah ..

Aku: Ooo, apa istimewanya?

Dia: Sedap!

Aku: Ooo, teringin?

Dia: Nak ..

Aku: Jom!!

Dia: Ke mana?

Aku: Apam balik?

Dia: Aarr?

Aku: Tadi kan nak apam balik? Jom ke dapur ..

Dia: Ada?

Aku: Takde!

Dia: Aarr??

Aku: Alaa kita buat laa ..

Dia: Tahu buat?

Aku: Entah!

Dia: Resepi?

Aku: Tak tahu!

Dia: Habis tu?

Aku: Buat dulu…

Dia: Pastu? Buang?

Aku: Haishh, makanlaaa

Dia: Ooo…

Aku: Jom!!

Dia: Jadi?

Aku: Tak sure (angkat bahu)..

Dia: Apa jadi?

Aku: Apam balik laa

Dia: Kalau tak jadi?

Aku: Makan!

Dia: Kalau tak makan?

Aku: Jaga!!!!!

Susulan dari dialog di atas;

Gandum diblend bersama susu segar, telur, gula, serbuk penaik dan sedikit garam. Ketepikan. Tumbuk kacang tanah hingga pecah. Ketepikan. Tapis jagung dari airnya (jagung tin). Ketepikan. Sediakan gula di dalam mangkuk. Ketepikan. Panaskan kuali beserta minyak, sendukkan adunan yang dikisar dan tuang ke tengah kuali. Dadarkan ia. Tabur kacang tumbuk, gula dan jagung. Tunggu hingga naik bau atau masak. Lipat lempeng/dadar biar inti (kacang, gula, jagung) berada di tengah. Angkat dan hidang. Ketepikan? Makan!

Memanglah rupanya tidak seperti apam balik pasar malam, tetapi rasanya jauh lebih sedap, lebih menepati citarasa alam. Buktinya, disantap reramai bertalam-talam. Alhamdulillah, rekod dunia tercipta lagi, manusia pertama membikin apam balik di …. Valladolid?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *